Upaya Mencegah Stunting: Sebuah Pelatihan Konseling Gizi untuk Kader Setu yang Membangun
Upaya Mencegah Stunting: Sebuah Pelatihan Konseling Gizi untuk Kader Setu yang Membangun
Tangerang Selatan, Berita Fikes Online,- Bicara mengenai berbagai usaha penurunan stunting, pelatihan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Pelatihan ini menjadi solusi yang diadopsi oleh Mahasiswa Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Kelompok 12 Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Jakarta. Pelatihan yang bertemakan “WONDERS: Workshop Untuk Kader Setu” mengangkat pelatihan konseling gizi sebagai kegiatan utamanya. Kegiatan ini dilakukan pada Senin, 20 Februari 2023 pukul 09.00 WIB yang bertempat di Aula Kelurahan Setu, Tangerang Selatan. Guna menyukseskan acara ini, mahasiswa menggandeng Kelurahan Setu, Puskesmas Setu, dan kader kesehatan Kelurahan Setu, serta mengundang Dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Jakarta, Narila Mutia Nasir, S.K.M., M.K.M., Ph.D sebagai narasumber. Kegiatan ini diawali dengan registrasi oleh peserta dan tamu undangan, sekitar pukul  09.00 WIB peserta mulai berdatangan hingga memenuhi Aula Kelurahan Setu. Tanpa menunggu waktu lama, acara dibuka oleh Master of Ceremony (MC), yakni Niken Sabrina dan Mu’minatus Solihah. Setelah sesi sambutan-sambutan oleh para petinggi Kelurahan Setu, Puskesmas Setu, dan ketua pelaksana, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Narila Mutia Nasir, selaku narasumber. Penyampaian materi yang menarik mengenai pengertian konseling; pendekatan GATHER; prinsip etik dalam konseling; perbedaan konseling, konsultasi, dan penyuluhan; tujuan dan manfaat konseling; keterampilan komunikasi; ciri konselor yang baik; serta peran dan tugas konselor gizi, membuka jendela baru bagi para kader mengenai serba-serbi konseling. Usai mendapatkan pengetahuan baru, peserta dipersilakan untuk bertanya kepada narasumber mengenai hal-hal yang sekiranya masih membingungkan. Tanpa disangka-sangka, tidak sedikit kader yang bertanya mengenai keresahan-keresahannya, hal tersebut membuktikan bahwasannya kader memiliki antusiasme yang tinggi pada acara ini. Untuk menumpahkan semangat baru, diadakannya ice breaking berupa tebak nama artis dan judul sinetron. Setelah “huru-hara” pada kegiatan ice breaking, peserta ditantang untuk melakukan praktik konseling, tiap posyandu mendelegasikan dua kader untuk melakukan konseling di depan peserta lainnya. “... tidak terlalu susah ternyata, ya.” “...gugup banget saya jadi konselor.” Ujar beberapa kader kesehatan Kelurahan Setu sesaat setelah melakukan praktik konseling. Di penghujung kegiatan, panitia memberikan penghargaan kepada posyandu-posyandu yang telah hadir dan posyandu yang menjadi konselor terbaik. Pada akhirnya, kegiatan ditutup dengan pembacaan doa dan dokumentasi. Usai kegiatan ini berlangsung, harapan ke depannya kader sebagai ujung tombak kesehatan di Indonesia mampu melakukan konseling kepada ibu balita mengenai permasalahan gizi anak untuk mencegah dan menurunkan angka stunting. (KLP.PBL 12/zr)