SERGAP TBC, Wujud Nyata Hasil PBL Kelompok 4 dalam Pencegahan dan Penanggulangan TBC
SERGAP TBC, Wujud Nyata Hasil PBL Kelompok 4 dalam Pencegahan dan Penanggulangan TBC

Berita FIKES Online,- Mahasiswa Program Studi kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tergabung dalam Kelompok 4 Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) melaksanakan kegiatan SERGAP TBC (Serua Tanggap TBC) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Tuberkulosis (TBC). Kegiatan ini dilaksanakan di RW 18 Kelurahan Serua, Kota Tangerang Selatan. Melalui kegiatan SERGAP TBC, mahasiswa berupaya berkontribusi dalam upaya promotif dan preventif dengan mendorong peningkatan pengetahuan serta kepedulian masyarakat terhadap TBC, khususnya di tingkat komunitas. Rabu (4/2/2026).

Program SERGAP TBC terdiri dari dua rangkaian kegiatan utama, yaitu SERASI (Serua Tanggap TBC Edukasi) dan SEDIA (Serua Tanggap TBC Media). Kegiatan SERASI dilaksanakan pada 04 Februari 2026 dengan sasaran kader kesehatan RW 18. Dalam kegiatan ini, disampaikan pemberian materi edukasi mengenai TBC serta komunikasi efektif agar kader kesehatan mampu menyampaikan informasi kepada masyarakat secara optimal.

Kegiatan SERASI bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader kesehatan RW 18 Kelurahan Serua dalam pencegahan, pengendalian, serta komunikasi efektif dalam melakukan edukasi TBC kepada masyarakat. Sementara itu, SEDIA bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui media informasi berupa kalender yang mudah diakses.

SERASI dilaksanakan di Yayasan Rumah Tahfidz Preneur Baitul ‘Ulum RW 18. Kegiatan ini dihadiri oleh Pihak Kelurahan Serua, Kepala Puskesmas Situ Gintung, Tenaga Promosi Kesehatan Puskesmas Situ Gintung, Dosen Pembimbing Fakultas, Pembicara, Ibu RW, Perwakilan RT, Kader TBC, dan Kader Kesehatan RW 18. Acara diawali dengan persiapan dan briefing panitia pada pukul 07.00-08.50, dilanjutkan dengan registrasi peserta dan tamu undangan yang hadir disertai pemberian konsumsi (berupa risol, lontong, bolu kukus mekar, dan bugis). Setelah seluruh proses registrasi peserta selesai, acara secara resmi dimulai pada pukul 09.30 WIB dengan pembukaan yang dipandu oleh Nadira Lianawati dan Deana Kalyca Widodo Putri selaku Master of Ceremony (MC).

WhatsApp Image 2026-02-06 at 00.00.01 WhatsApp Image 2026-02-06 at 00.00.02 (1)

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari pihak kelurahan yang disampaikan oleh Yudhistira Haholongan Dwiputra Sakti. Sambutan tersebut bertujuan untuk memberikan arahan, dukungan, serta apresiasi atas terselenggaranya kegiatan. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Puskesmas Situ Gintung, H. Salmun, S.E., M.Kes., yang membahas pentingnya upaya pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis (TBC) serta RW bebas TBC. Sambutan terakhir disampaikan oleh Ketua Pelaksana, Shafa Rizka Tribanowati, sebagai ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan kegiatan.

Peserta kemudian mengisi lembar pre-test yang bertujuan mengukur tingkat pemahaman awal sebelum menerima materi terkait pengetahuan TBC. Pengisian pre-test dilaksanakan selama 10 menit sebagai bagian dari tahap evaluasi kegiatan. Setelah pengisian pre-test selesai, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama yang disampaikan oleh Dewi Utami Iriani, S.K.M., M.Kes., Ph.D. Materi yang disampaikan meliputi pengertian TBC, penyebab dan faktor risiko, cara penularan, tanda dan gejala, upaya pencegahan, pengendalian dan penanggulangan TBC, serta stigma dan mitos seputar TBC. Setelah pemaparan materi pertama berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking yang dipandu oleh panitia sebagai bentuk peregangan dan penyegaran bagi peserta. Selanjutnya, pemaparan materi kedua disampaikan oleh Fajar Ariyanti, S.K.M., M.Kes., Ph.D., yang membahas peran kader kesehatan serta cara melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai TBC kepada masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan kepada pembicara terkait materi yang masih ingin dipahami lebih lanjut. Peserta yang mengajukan pertanyaan diberikan souvenir sebagai bentuk apresiasi. Setelah sesi tanya jawab berakhir, acara dilanjutkan dengan kegiatan komitmen RW bebas TBC yang dipimpin oleh Kepala Puskesmas Situ Gintung. Seluruh peserta diminta untuk menandatangani banner yang telah disiapkan sebagai bentuk komitmen bersama dalam upaya dukungan penanggulangan TBC di RW 18.

Acara dilanjutkan dengan pemberian lembar post-test kepada peserta yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan setelah mengikuti seluruh rangkaian penyampaian materi. Selanjutnya, peserta diberikan buku saku sebagai media pendukung yang diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman. Lalu, dilakukan pemberian piagam penghargaan kepada pihak RW 18 serta pemberian sertifikat kepada kader kesehatan RW 18 sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan partisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan SERASI. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi dokumentasi untuk mengabadikan momen sebagai kenang-kenangan, yang meliputi pengambilan foto bersama dan perekaman video jargon kegiatan.  Rangkaian acara diakhiri dengan penutupan yang dipandu oleh Master of Ceremony (MC).

Kegiatan SEDIA dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Posyandu A dan Posyandu B. Pelaksanaan kegiatan di Posyandu A dimulai pukul 08.44 hingga 09.00 WIB. Kegiatan diawali dengan penyampaian sosialisasi kepada masyarakat mengenai tujuan dan manfaat kalender sebagai media edukasi, serta mengenai TBC. Setelah itu, dilakukan pemberian kalender kepada 15 orang masyarakat yang hadir. Kegiatan di Posyandu A kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi untuk mengabadikan momen sebagai kenang-kenangan yang meliputi pengambilan foto bersama.

Selanjutnya, kegiatan di Posyandu B dilaksanakan pada pukul 09.15 hingga 11.44 WIB. Pelaksanaan program diawali dengan mahasiswa kelompok 4 yang turut membantu para kader posyandu dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan posyandu. Setelah kegiatan posyandu berlangsung, mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan pemberian kalender kepada 20 orang masyarakat yang datang ke posyandu B. Kegiatan ini ditutup dengan dokumentasi bersama sebagai bentuk pengabadian momen yang meliputi pengambilan foto bersama. (PBL Kelompok 4)