Prodi Ilmu keperawatan dan Ners UIN Jakarta menggelar workshop kurikulum 2022 secara blended
Berita Fikes Online- Workshop ini dilaksanakan pada Rabu-Jumat (27-29 Juli 2022) di Hotel Le eminence, Bogor. Agenda workshop diikuti oleh seluruh dosen, tendik, dan staf laboratorium PSIK dan Ners. Kegiatan ini dibuka oleh dekan FIKES UIN Jakarta, Dr. Zilhadia, M.Si., Apt. Beliau berharap pembahasan dan perancangan kurikulum ini menjadi salah satu langkah awal menjadikan PSIK FIKES UIN sebagai prodi yang menerapkan integrasi sains dan keislaman.
Pada workshop ini PSIK dan PPN UIN Syarif Hidayatullah mengundang pembicara dari Lembaga Penjaminan Mutu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kustiawan Syarif, M.A., Ph.D yang menyampaikan mengenai sosialisasi RPS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sesuai permendikbud no 3 th 2020, pada materi ini dipaparkan prosedur merancang RPS berdasarkan CPL dan CPMK yang juga diintegrasikan dengan Visi Misi prodi. Pada saat ini UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga sedang mengembangkan e-RPS agar dapat terintegrasi.
Selain itu PSIK dan PPN mengundang pembicara dari luar UIN yaitu Dr Nurchayati, Ns., M.Kep, Dr Yektiningtyastuti, S.Kp., M.Kep., Sp. Mat., Ph.D, dari Dr. Arbianingsih, S.Kep., Ns., M.Kes.
Kegiatan hari ke-2 diisi seminar dengan pemaparan dari masing-masing pembicara. Dr. Nurchayati, Ns., M.Kep., dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta memaparkan materi mengenai Membangun Sistem dan Metode Pendidikan Profesi Ners. Nurchayati memaparkan bahwa system dan metode integrase keislaman dan keilmuan pada prodi ners memerlukan kajian yang komprehensif, mempertimbangkan waktu pelaksanaan dan evaluasi yang sesuai. Beliau mencontohkan integrasi keislaman pada stase keperawatan medikal bedah dapat terintegrasi dengan keislaman yaitu thaharah bagi pasien yang sedang menjalani perawatan. Selain itu Nurchayati juga memaparkan mengenai KIAN (Karya Ilmiah Akhir Ners). (zr)
Kegiatan hari ke-2 diisi seminar dengan pemaparan dari masing-masing pembicara. Dr. Nurchayati, Ns., M.Kep., dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta memaparkan materi mengenai Membangun Sistem dan Metode Pendidikan Profesi Ners. Nurchayati memaparkan bahwa system dan metode integrase keislaman dan keilmuan pada prodi ners memerlukan kajian yang komprehensif, mempertimbangkan waktu pelaksanaan dan evaluasi yang sesuai. Beliau mencontohkan integrasi keislaman pada stase keperawatan medikal bedah dapat terintegrasi dengan keislaman yaitu thaharah bagi pasien yang sedang menjalani perawatan. Selain itu Nurchayati juga memaparkan mengenai KIAN (Karya Ilmiah Akhir Ners). (zr)
