Lawan TBC: Kelompok 16 PBL Luncurkan TEMEN TB dan KIPAS TB di Kampung Sawah
Tangerang Selatan, Berita Fikes Online,- Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Kota Tangerang Selatan. Rendahnya pengetahuan masyarakat, keterbatasan peran kader, serta minimnya media edukasi yang praktis membuat upaya pencegahan TBC pada masyarakat Kelurahan Sawah belum optimal. Selasa (3/2/2026)
Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kesehatan Masyarakat Kelompok 16 PBL UIN Jakarta menghadirkan inovasi edukasi berupa website TEMEN TB (Tempat Mengenal Tuberkulosis) dan KIPAS TB (Kenali, Pencegahan, Atasi TBC). Website TEMEN TB menjadi sarana edukasi digital yang menyajikan informasi seputar TBC dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Website ini dapat diakses melalui https://sites.google.com/view/temen-tb-/home. Sementara itu, KIPAS TB dirancang sebagai media edukasi sederhana dan praktis yang memuat pesan-pesan penting tentang TBC untuk mendukung kegiatan penyuluhan kader.
Inovasi ini diperkenalkan dalam kegiatan Deklarasi RW Bebas TBC x TEMEN TB yang dilaksanakan pada 02 Februari 2026 di Mushola Nurul Quba, RW 04, Kelurahan Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan. Kegiatan ini juga diisi dengan penyuluhan kesehatan oleh dr. Suherman, MARS sebagai penguatan edukasi bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi pentahelix, dengan kehadiran perwakilan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Lurah Kelurahan Sawah, Kepala Puskesmas Kampung Sawah, tokoh masyarakat, kader kesehatan, serta warga setempat. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa berharap TEMEN TB dan KIPAS TB dapat menjadi media edukasi yang berkelanjutan dan berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan RW yang lebih peduli dan bebas TBC.
Upaya sosialisasi TEMEN TB dan KIPAS TB tidak berhenti sampai di sana, Kelompok 16 PBL UIN Jakarta juga melanjutkan kegiatan edukasi melalui sosialisasi langsung di Posyandu Melati 1 pada 03 Februari 2026, sehingga dapat berinteraksi dan berhadapan langsung dengan masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi ruang dialog dua arah antara mahasiswa, kader, dan warga dalam meningkatkan pemahaman terkait pencegahan serta deteksi dini TBC di lingkungan keluarga dan komunitas. (PBL Kelompok 16)
