Lawan Stigma Tuberkulosis, Mahasiswa PBL Kelompok 13 UIN Jakarta Gelar Program KADER KECE dan JUBES TBC di Pondok Cabe Ilir
Berita FIKES Online,- Mahasiswa Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta yang tergabung dalam Kelompok 13, menggelar program KADER KECE (Kader Depan Responsif & Keren Cegah Tuberkulosis) dan JUBES TBC (Juknis RW Bebas TBC) di RW 02, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Tangerang Selatan.
Program yang digelar pada Senin, 2 Februari 2026 itu, dimaksudkan untuk melawan stigma terhadap penderita TBC. RW 02 dipilih sebagai lokasi intervensi berdasarkan hasil Survei Cepat Epidemiologi (SCE) yang menunjukkan masih adanya stigma masyarakat terhadap penderita Tuberkulosis (TBC).
“Program KADER KECE bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan di RW 02 dalam memahami dan menangani TBC agar mampu berperan aktif dalam upaya penanggulangan TBC di masyarakat. Sementara itu, JUBES TBC disusun sebagai pedoman untuk mendukung pencegahan, pengendalian, dan pemutusan rantai penularan TBC melalui pemberdayaan masyarakat serta penguatan kolaborasi lintas sektor di tingkat RW,” kata Ketua Kelompok 13 PBL Neisya Shabina.
Kegiatan ini diikuti oleh 8 kader kesehatan sebagai peserta utama serta 15 tamu undangan yang terdiri dari perwakilan Puskesmas Pondok Cabe Ilir, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Babinsa, tokoh masyarakat, dan kader TBC setempat. Kedua program tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan penggalangan komitmen RW Bebas TBC.
Sebelum rangkaian program dimulai, dilakukan penggalangan komitmen RW Bebas TBC yang ditandai dengan penandatanganan banner oleh lintas sektor sebagai bentuk kesiapan bersama dalam mendukung terwujudnya RW Bebas TBC di RW 02 Kelurahan Pondok Cabe Ilir, guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Dalam kegiatan KADER KECE, para kader dibekali buku saku sebagai media edukasi yang dapat disimpan dan dipelajari kembali, sehingga membantu kader mengingat materi yang telah disampaikan serta memudahkan mereka dalam menyebarkan informasi terkait TBC kepada masyarakat maupun sesama kader. Sosialisasi JUBES TBC juga dilakukan di sela rangkaian kegiatan KADER KECE dengan menjelaskan tujuan serta harapan dari penyusunan juknis tersebut.
Pemateri dalam kegiatan KADER KECE terdiri dari dosen Kesehatan Masyarakat UIN Jakarta Dr. Izza Hananingtyas, SKM., M.Kes., perwakilan Puskesmas Pondok Cabe Ilir dr. Dessy Tristiviyati, serta perwakilan Mahasiswa PBL Kelompok 13 UIN Jakarta.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan kemampuan public speaking di lingkungan masyarakat. Materi yang diberikan meliputi pengetahuan dasar TBC, investigasi kontak, pencegahan TBC, pendampingan pasien TBC, pencatatan dan pelaporan, serta konsep RW Bebas TBC.
Neisya mengatakan setiap kader peserta mengikuti pre-test dan post-test sebagai alat ukur peningkatan pemahaman setelah pelatihan.
"Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader yang sesuai dengan target yang diharapkan. Melalui pelaksanaan KADER KECE dan JUBES TBC, diharapkan kader serta para pemangku kepentingan seperti RW dan RT dapat berperan aktif dalam mengurangi stigma terhadap TBC serta menyebarluaskan informasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga kesadaran masyarakat terhadap pencegahan TBC semakin meningkat." (PBL Kelompok 13)
